Showing posts with label aneh. Show all posts
Showing posts with label aneh. Show all posts

Thursday, May 31, 2018

DIganggu Setan Ketika Ingin Bernyanyi

Nga ada banyak komentar tentang ini, tapi ane si merasa kalau video-video ini layak untuk di share dan di tonton, karena sangat kreatif dan punya selera humor yang tinggi, didalam banyak sekali raut wajah yang jarang kita lihat dikehidupan sehari-hari, mungkin dengan video ini kita dapat menghibur diri dan melupakan sejenak keluh kesah kita semua.

Wednesday, May 30, 2018

Orang Korea VS Tik Tok 2 Jari

Tadi baru saja saya menemukan video seorang pria korea yang menonton video orang indonesia tiktok yang bertemakan Goyang 2 jari, seperti kita ketahui bahwa TIk Tok sedang lagi panasnya di indonesia, banyak orang yang menshare video Tik Tok ke hampir semua media social seperti Facebook, instagram, WA, Line, dsb.

Tanpa basa-basi mari saja kita tonton video ini.

Disaat Membela Diri dan Sesama Menjadi Kesalahan FATAL

Sebagai manusia kita memiliki sesuatu yang dinamakan Insting untuk Bertahan Hidup atau Naluri Untuk Bertahan Hidup, Manusia disaat terjepit, genting, dan gawat (Gawat Surawat Berjerawat) akan mengeluarkan kekuatan dua kali dari biasanya untuk beberapa saat pada momen tersebut, jadi bagaimana jika pada saat keadaan "Gawat Surawat Berjerawat" itu terjadi pada seseorang dan bertahan hidup dan membela sesama menjadi Kesalahan Fatal?

Pada hari Rabu 23 - 05 - 2018 Dini hari, Bekasi, Jembatan Summarecon, ada dua orang pemuda berinisial MIB dan AR yang sedang berfoto-foto (atau selfie) dan di hampiri dua orang pemuda lainnya berinisial Aric dan IY.

Selidik punya selidik ternyata diketahui bahwa pemuda ber inisial Aric menodongkan senjata Tajam (Clurit) ke arah MIB dan AR dan segera meminta Handphone mereka, AR yang ketakutan langsung menyerahkan Handphone nya ke Aric ketika MIB memberontak dan mencoba melawan.

Emosi karena ditolak permintaannya, Aric langsung mengayunkan Cluritnya kearah MIB yang kemudian ditahan mengunakan tangannya oleh si MIB, cerita punya cerita setelah perkelahian terjadi, Clurit yang semula berada ditangan Aric sontak jatuh ketangan MIB, Aric yang terjatuh langsung berinsiatif untuk lari langsung di tendang oleh MIB seraya menebasnya dengan Clurit tersebu, ternyata setelah kejadian tersebut, Aric deketahui tewas di RS ANNA Medica Bekasi malam itu juga dan IY mengalami luka bacok.

Ternyata pada keesokan harinya IY telah ditetapkan menjadi tersangka, dan MIB sebagai korban dan saksi juga ikut menjadi tersangka karena telah menghilangkan nyawa seseorang (Aric)

Jadi menurut kalian hal seperti ini bagaimana? Apakah kita harus diam dan tidak membela diri saat di begal? Kalau menurut saya, MIB boleh di berikan hukuman dalam bentuk yang lebih ringan, seperti kontribusi sosial, atau denda dalam bentuk materil.

Sumber Lainnya:
1. https://news.detik.com/berita/4045472/begini-detail-bela-diri-mib-di-kasus-pembacokan-aric
2. https://news.detik.com/berita/4045287/penahanan-iy-perampas-hp-yang-dibacok-dibantarkan


Duel Antara Helm dan Polisi

Orang bilang itu rambut sama hitam, Isi hati dan pikiran orang siapa yang tau, setelah saya pikir-pikir memang itu ada benarnya juga, Di Indonesia ini kadang saya merasa heran dengan orang yang jelas-jelas telah menyalahi aturan, bukannya merasa bersalah dan langsung meminta maaf ini malah sipelanggar yang lebih bringas dan merasa paling benar.

Kita sebagai manusia memang tidak luput dari kesalahan dan terlebih sebagai makhluk sosial, bernegara, beragama, bermoral, berwibawa, bermartabat, dan berakal seharusnya ketika melakukan kesalahan akan langsung sadar dan meminta maaf dengan tulus kepada yang bersangkutan bukan sebaliknya, Arogan, Merasa Penting, Merasa Benar, anggar bekingan, anggar kekayan dan sebagainya.

Kisah ini bermula dari seorang Ibu yang dihentikan polisi karena tidak mengenakan Helm, saya rasa sebagai seorang Ibu sangat tidak pantas berkelakuan seperti itu, bagaimana jika anaknya melihat dia seperti itu? keluarga? sanak saudara? Teman? ataupun tetangga?Mari kita Simak apakah seorang Ibu pantas seperti ini?

Tinja Jadi Air Bersih dan Bisa Diminum??

Beberapa hari lalu pada tanggal 22 sampai 23 - 05 - 2018 saya melihat headline news tentang Teknologi "Pengubah Tinja menjadi Air Bersih (dapat Diminum)" oleh Andrich Tech, Sebagai warga negara Indonesia, saya bangga karena Anak Bangsa dapat berkarya memunculkan banyak ide cemerlang, akan tetap disini saya ingin memberikan pendapat saya tentang Teknologi "Pengubah Tinja menjadi Air Bersih (dapat Diminum)" ini.

Saya rasa teknologi "Pengubah Tinja menjadi Air Bersih (dapat Diminum)" ini tidak effisien menurut saya, Tersebut dikatakan bahwa 1 mesin tersebut dapat menampung tinja sebanyak 40 - 80 kubik, dan menurut kabarnya Pemprov jakarta akan menggunakan teknologi tersebut dan memesan sampai dengan 200 unit. Dimana menurut Andrich Tech 1 mesin kisaran harga dari Rp.1,5M sampai dengan Rp. 3M,  "untuk setiap mesin membutuhkan 50 pekerja agar dapat berjalan dengan normal" Ujar Sandi (Wakil Gubernur DKI). (Sumber: Tribunews & Kompas)

Pokok Masalah


Sebelum saya melanjutkan keInti dari pokok masalah, anda harus tahu bahwa Negara Indonesia ini sedang berkembang, dan Harga BBM maupun Gas LPG naik sedikit pasti akan membuat masyarakat resah, dan mungkin akan memicu terjadinya Demo.

Jadi intinya menurut saya dari segi harga, efisiensi waktu, dan pekerjaan Teknologi pengolah "Pengubah Tinja menjadi Air Bersih (dapat Diminum)" sangat tidak sebanding dengan hasilnya, mengapa? Dengan adanya teknologi ini maka tentunya Tinja di DKI akan berkurang secara pesat dan tentunya teknologi "Tinja menjadi Biogas" akan merasa tersaingi untuk mencari bahan baku produksi utama yaitu Tinja, mengapa dana APBD DKI tidak secara dialokasikan untuk menambah jumlah Mesin Teknologi "Tinja Menjadi Biogas"?

Kemudian, Biogas yang di produksi hanya untuk disalurkan ke Rakyat kalangan menengah Kebawah saja, karena apa? Sampai saat ini saya belum pernah menemukan Rakyat Indonesia ber Demo untuk harga Air Bersih.

Andrich Tech

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Teknologi Baru DKI, Mengubah Limbah Tinja Jadi Air Siap Minum dalam Setengah Jam", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/05/24/08473241/teknologi-baru-dki-mengubah-limbah-tinja-jadi-air-siap-minum-dalam.
Penulis : Nibras Nada Nailufar
Editor : Egidius Patnistik
Andrich Tech

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Teknologi Baru DKI, Mengubah Limbah Tinja Jadi Air Siap Minum dalam Setengah Jam", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/05/24/08473241/teknologi-baru-dki-mengubah-limbah-tinja-jadi-air-siap-minum-dalam.
Penulis : Nibras Nada Nailufar
Editor : Egidius Patnistik


 

Matematika Sederhananya

1. Perhitungan Sederhana

Manusia yang Sehat dan Normal itu harus minum air putih sebanyak 2Liter sehari, dimana manusia yang sehat itu biasanya memproduksi Tinja sebanyak 3 Ons sampai 8 Ons (0,8 Liter),  Jadi kalau dihitung dengan matematikan sederhana, 100 orang membutuhkan sebanyak 200 Liter air bersih untuk diminum, dimana 100 orang tersebut memproduksi tinja sebanyak 80 Kg tinja perharinya.

Misalnya: 1Kg Tinja itu dapat diolah menjadi 1Liter Air, maka 200Liter Air dibutuhkan untuk minum dikurang 80 Liter Air yang diproduksi = Defisit 120 Liter.

Kalau begini, Saya sangat yakin Tinja bakalan menjadi sangat langka dalam beberapa tahun kedepannya, karena di sebabkan persaingan antara "Biogas Tech" dan "Teknologi Pengolahan Air Murni dengan tinja" untuk mendapatkan tinja sebagai bahan baku.

2. Anggarannya

Harga perbuahnya kisaran Rp.1,5M sampai Rp.3M, belum lagi gaji pekerjanya sebanyak 50 orang per mesin, Biaya yang di perlukan agar mesin dapat bekerja, Biaya Maintance Mesin secara bulanan dan tahunan, Lahan yang dipergunakan untuk mesin tersebut mengingat mesin tersebut cukup besar.

Teknologi Pengolahan Limbah Tinja menjadi Air bersih
Teknologi Pengolahan Limbah Tinja menjadi Air bersih - Kompas.com


Dengan mesin sebesar ini, tentu sangat sulit untuk menempatkannya di tengah kota, apa lagi kota seperti DKI Jakarta, tentunya Mesin sebesarnya akan ditempatkan di pinggiran kota DKI.

3. Transportasi & Effisiensi Waktu

Karena Mesin "Teknologi Pengolahan Limbah Tinja menjadi Air bersih" itu lumayan cukup besar  seperti yang terlihat pada gambar diatas dan kemungkinan besar akan ditempatkan diluar kota DKI, maka masalah lainnya adalah distribusi Tinja tersebut, Kita tahu sendiri bahwa Lalu Lintas di DKI Jakarta seperti apa, Sampai kerumah Jam 7 malam kalau beruntung bahkan bisa pukul 9 Malam kalau lagi Ngenes padahal Jam Pulang Kantornya 5 Sore ,dan seperti yang anda ketahui, bahwa kita buang air besar itu biasanya kebanyakan di Rumah, Kantor, Taman, Mall, dsb, jadi Kira2 Pemprov DKInya ngumpulin Tinja untuk 200 mesin setiap harinya bagaimana? dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk ngetok pintu dari rumah ke rumah untuk menawarkan "Sedot WC" gratis dan mengantarnya sampai ketempat Pengolahan?

Dan itu mengapa saya mengatakan bahwa "Teknologi Pengolahan Limbah Tinja menjadi Air bersih" tidak sebanding dengan hasilnya, bukan karena saya merendahkan atau meremehkan hasil karya Anak Bangsa, Menurut saya lebih baik menambah jumlah Toilet Umum yang berteknologikan "Tinja Menjadi Biogas" di tempat-tempat umum, seperti Taman Kota, Wahana Bermain, dan sebagainya. Dimana Biogas tersebut dapat diproses ditempat itu juga.

Sumber Air Bersih Alternatif?

 

Kalau Menurut saya, daripada mengunakan "Teknologi Pengolahan Limbah Tinja menjadi Air bersih" ada baiknya jika kita mengunakan teknologi Alternatif lainnya yang lebih efektif dan effisien, seperti:
Note: Ini hanyalah pendapat, saran, dan kritik saya terhadap Pemprov DKI Jakarta, Sekiranya dapat memberikan masukan yang Positif.

Salam
Sligs.com